< !-- --> Bos First Travel Satu Sel Dengan Napi Pembunuhan..Ini Yang Terjadi Di Dalam Sel Tahanan.... | MAMA SMART

Minggu, 03 September 2017

Bos First Travel Satu Sel Dengan Napi Pembunuhan..Ini Yang Terjadi Di Dalam Sel Tahanan....

| Minggu, 03 September 2017
Semua Kejahatan Pasti Ada Balasannya Baik Di Dunia Maupun yang Di Akhirat apalagi kejahatan penipuan travel umroh ini sangat kejam dan sudah memakan korban nyawa karena depresi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, dirinya belum mendapatkan kabar kunjungan terhadap tiga tersangka tersebut.

"Untuk hari ini saya belum mendapatkan (kabar). Ini mudah-mudahan ada jadwal untuk hari ini untuk bisa merayakan bersama keluarga," ungkap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Argo mengungkapkan, tiap tahanan memiliki jadwal kunjungan, termasuk pada Hari Raya Idul Adha ini.
"Semuanya sesuai dengan jadwal ya. Semuanya bisa terjadi, dan jadwal itu juga harus kita taati jam berapa," ujar Argo.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Dirtipidum Bareskrim Polri menangkap pasangan suami istri Direktur First Travel Andika Surachman dan Annisa Desvitasari, di kompleks perkantoran Kemenag, setelah melaksanakan konferensi pers pada Rabu (8/8/2017) pukul 14.00 WIB.

Sementara pada Jumat (18/8/2017), Bareskrim kembali menetapkan tersangka baru atas nama Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, yang menjabat sebagai Direktur Keuangan First Travel.

Teringat anak, Annisa Devitasari Hasibuan, bos First Travel, menangis setiap malam di rumah tahanan (rutan) Mapolda Metro Jaya.

Hanya melalui foto-foto di telepon genggam yang dibawa penasihat hukum dan pihak keluarga saat menjenguk, dia melepaskan rindu.

Annisa merupakan ibu dari dua orang anak. Salah seorang anak masih berumur tiga minggu.
Namun, karena tersandung permasalahan hukum, akhirnya dia bersama suaminya, Andika Surahman, Direktur Utama First Travel ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (9/8/2017).

Berselang satu hari kemudian, mereka ditahan di rutan Mapolda Metro Jaya.
"Iya, setiap malam Ibu Annisa menangis. Nangisnya bukan mikirin atau apa ya. Sedihlah anak baru tiga minggu," ujar Deski, penasihat hukum internal First Travel, kepada wartawan, Jumat (18/8/2017).

Untuk mengobati rasa rindu kepada kedua orang anaknya, kata dia, di setiap kali keluarga dan penasihat hukum datang menjenguk ke rutan Mapolda Metro Jaya setiap hari Selasa dan Kamis, Annisa sering meminjam telepon genggam.

Di telepon genggam itu disimpan sejumlah foto anaknya tersebut.
Saat melihat foto-foto anaknya, perancang busana itu terkadang meneteskan air mata. Annisa juga mengeluhkan tidak dapat menyusui anaknya.

"Ibu Annisa sering melihat handphone. Jadi kalau kami datang, dia mau melihat handphone. Dia melihat foto anaknya. Namanya seorang ibu. Kadang-kadang sedih namanya ibu, baru melahirkan bagaimana ya. terus sudah begitu ibu Annisa masih menyusui anaknya," kata dia.

Atas dasar itu, pihak penasihat hukum, sudah mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri.

Namun, sampai saat ini, permohonan penangguhan penahanan itu belum dikabulkan penyidik.
Selama mendekam di rutan Mapolda Metro Jaya, Annisa dan Andika ditempatkan secara terpisah. Mereka dicampur bersama dengan tahanan dari kasus-kasus tindak pidana lainnya.

"Sama-sama dengan tahanan yang lain. Ibu Annisa dengan tahanan perempuan bahkan ada tahanan pembunuhan juga," tuturnya.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar